
Pelangi di Mars menjadi salah satu film Indonesia yang menonjol bukan hanya dari sisi cerita, tetapi juga teknologi di balik proses pembuatannya. Film ini ternyata memanfaatkan ASUS ProArt sebagai perangkat utama untuk mendukung produksi visualnya.
ASUS ProArt Jadi Andalan Produksi Pelangi di Mars
Dalam proses produksi Pelangi di Mars, Mahakarya Pictures menggunakan lini ASUS ProArt yang memang dirancang untuk kreator profesional, termasuk filmmaker. Perangkat ini dipakai untuk menangani berbagai kebutuhan penting, mulai dari pembuatan aset visual, pengolahan grafis, rendering lingkungan 3D, sampai color grading agar hasil akhirnya sesuai dengan visi kreatif tim produksi.
Fokus pada ASUS ProArt menjadi penting karena film ini tidak dibuat dengan pendekatan biasa. Pelangi di Mars mengusung konsep visual masa depan yang cukup kompleks, sehingga tim produksi membutuhkan perangkat yang mampu menjaga performa tetap stabil di berbagai tahap kerja. Selain itu, monitor dengan color accuracy tinggi juga membantu memastikan detail warna tetap konsisten dari proses produksi hingga hasil akhir film.
Produksi Pelangi di Mars juga memanfaatkan teknologi Extended Reality atau XR dan metode hybrid production yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi. Proses seperti ini menuntut dukungan perangkat yang mampu memproses visual berat secara cepat dan akurat.
Kolaborasi dengan DOSS Guava XR Studio membuat tim produksi bisa membangun lingkungan digital secara real-time saat syuting berlangsung. Dalam alur kerja seperti itu, ASUS ProArt berperan sebagai fondasi komputasi untuk mendukung kebutuhan visual yang intens. Hasilnya, dunia futuristik Planet Mars dapat divisualisasikan dengan lebih meyakinkan saat proses pengambilan gambar berlangsung.
Kolaborasi teknologi ini diperkenalkan ke publik dalam Gala Premiere yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta. Acara tersebut menjadi ajang untuk menunjukkan bagaimana perpaduan kreativitas sineas lokal dengan dukungan perangkat seperti ASUS ProArt dapat melahirkan film dengan pendekatan produksi yang lebih modern.


