
Friendster kembali muncul setelah bertahun-tahun menutup layanannya. Media sosial jadul ini hadir sebagai aplikasi di dalam App Store khusus untuk pengguna iPhone. Apa cerita dibalik kembalinya media sosial yang populer di tahun 2000an ini?
Friendster Dibeli Programmer Asal Philadelphia
Dikutip dari CNN Indonesia, Friendster dihidupkan kembali oleh Mike Carson, programmer komputer asal Philadelphia yang membeli domain serta mengamankan hak merek dagang Friendster pada tahun lalu. Karena keterlibatannya dalam Park.io, website pemesanan nama domain, Carson mengetahui bahwa domain Friendster.com kembali aktif pada Oktober 2023 setelah delapan tahun offline.
Karena tertarik, Ia lalu menelusuri pemilik domain tersebut lewat WHOIS.
“Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io,” Katanya.
Menurut Carson, pembeli sebelumnya mendapatkan domain tersebut dengan harga kurang dari US$8.000 dan hanya memakainya untuk menayangkan iklan. Setelah bernegosiasi, pemilik domain akhirnya mau menukar domain itu dengan US$20.000 dalam bentuk Bitcoin serta satu domain lain.
Konsep Baru
Carson mengatakan bahwa ia ingin membuat Friendster sebagai ruang sosial yang lebih menyenangkan dan sehat. Ia menilai banyak media sosial sekarang yang justru memicu hal negatif. Karena itu, versi baru ini dirancang tanpa iklan, tanpa algoritma, dan tidak menjual data pengguna kepada pengiklan.
Salah satu fitur paling unik dari Friendster baru adalah cara menambah teman. Pengguna harus menyentuhkan ponsel secara fisik untuk saling terhubung. Menurut Carson, ide ini dibuat agar orang kembali terdorong bertemu langsung.
“Ide bahwa satu-satunya cara untuk berteman di Friendster adalah dengan menyentuhkan ponsel itu menyenangkan karena akan mendorong orang untuk bertemu secara langsung,” kata Carson.
Kedepannya ia juga berencana untuk merilis media sosial ini di aplikasi android dan juga website. Namun sebelum itu semuanya siap, media sosial ini hanya tersedia untuk iOS saja.


